Written on 00:12 by Novi Tata
Saya suka jeruk, terutama jeruk mandarin. Jeruk mandarin itu berukuran relatif lebih besar daripada jeruk pontianak. Jeruk mandarin rasanya relatif manis dengan sedikit rasa masam dengan warna kulit orange terang. Saat ini jeruk tersebut dapat dengan mudah didapatkan di sekitar kita. Harganya pun relatif murah.
Selain jeruk, saya juga suka apel. Jenis apel yang saya suka yaitu apel fuji. Kalau kita mau memperhatikan, kadang ada apel yang rasanya gembur dan ada juga apel yang rasanya renyah. Sedikit tips dari saya, supaya dapat apel yang rasanya renyah, sebelum membeli coba di ketuk dulu dengan jari. Kalau ada bunyi nyaring, maka apel itu renyah. Namun kalau bunyinya blep-blep, maka kemungkinan besar apel itu gembur.
Durian juga saya suka. Wanginya itu lho sedap banget. Makanya profil di twitter saya berbau-bau durian. Udah pernah beberapa kali milih durian, selalu aja ga beruntung. Yang ga manis lah, ada yang bagusnya cuma separo lah, huhu ajarin dunk milih durian yang bagus. Kalau boleh dibilang, durian itu buah dari surga lah.. haha.

Allah emang adil, saya suka buah tapi saya gak suka sama sayuran hijau. Kalau lihat temen-temen pada suka sama sayur tu rasanya pengen juga kayak begitu. Untungnya sih masih doyan meskipun gak terlalu suka. Jadi kalau makan tanpa sayuran itu udah biasa. Sebagai gantinya ya saya ganti dengan banyak konsumsi buah-buahan. Berbeda banget sama ibu saya yang gemar banget makan sayuran, mentah ataupun mateng. Sekarang saatnya untuk belajar menyukai sayuran.. :))
Originally posted by :
Posted in
kotrat kotret,
life
|
Written on 00:20 by Novi Tata
Magang yang semula rencananya cuma sampai bulan April diperpanjang hingga bulan September. Itu diputuskan oleh bapak-bapak pimpinan dalam rapat-rapat yang telah diselenggarakan. Pada tanggal 27 Maret, kami lulusan STIS angkatan 49 dikumpulkan di auditorium gedung 1 lantai 10. Ceritanya mau menjelaskan nasib kami ke depan, apakah mau diteruskan magangnya atau dipulangkan dengan hormat, haha. Karena ada 261 kepala, jelas saja keinginan kami banyak dan berbeda-beda. Hasilnya kami tetap magang hingga bulan September. G tau harus sedih atau seneng sama keputusan itu. Jelas pimpinan pasti menginginkan yang terbaik buat kita. Ujung-ujungnya emang harus banyak bersabar. Katanya orang sabar itu... *lanjutin sendiri*. Coba kita lihat nanti bagaimana di bulan September. Apakah benar-benar ada realisasi dari rencana-rencana yang telah dibicarakan bersama 27 Maret yang lalu.

Magang diperpanjang, artinya cari kosan baru. Masa kontrak rumah didaerah Otista, sekitaran kampus saya, sudah akan habis pada akhir April ini. Inilah saatnya saya mencari-cari udah lihat kamar di kos puput temen satu angkatan. Kamarnya itu keciil. Lumayan nyaman karena ada ruang TV, ada dapur juga, dan ada 4 buah kamar mandi. Saya masih mikir-mikir dulu untuk comparing between one and others. Sampai kapan ini mikirnyaa? Keburu diambil sama orang tuh. Ini dia salah satu sifat jelek saya, peragu dan gak tegas sama sesuatu.
Perpanjangan masa magang tentu aja ada sisi postitifnya. Ya misalnya aja saya bisa lebih lama di Jakarta, kumpul bareng sama orang tua, masih bisa jalan-jalan bareng temen-temen. Masih bisa ke toko buku, hehe seolah-olah di tempat penempatan nanti ga ada toko buku. Yang paling penting, masih bisa menikmati semrawutnya kota Jakarta. Hiruk-pikuk orang-orang di pagi dan sore hari. I'll miss that things someday. Benar juga kata orang tua, dijalani dan dinikmati saja satu per satu tahapan yang harus dilalui. Mengeluh-mengeluh juga percuma, malah bisa merusak kebahagiaan hari ini.. #tsaahh.
Posted in
Jakarta,
kotrat kotret
|
Written on 00:05 by Novi Tata

Sewaktu kecil dulu, saya dan teman-teman lainnya sering ditanya sama bu guru. Anak-anak kalau besar mau jadi apa? Tanpa mikir panjang, semua punya jawaban masing-masing dan nggak ragu-ragu buat menyampaikan cita-cita saat itu. Ada yang mau jadi dokter, jadi pilot, jadi guru, dsb. Pokoknya ga ada keragu-raguan sama sekali atas jawaban saat itu.
Seiring bertambahnya usia yang menurut banyak orang adalah indikator bahwa kita bertambah dewasa, banyak diantara kita yang malah semakin bingung mau jadi apa. Kebingungan itu bisa disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal misalnya ketidak percayaan diri kalau kita mampu untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Faktor eksternal misalnya dorongan dari orang-orang sekitar yang menginginkan seorang anak untuk menjadi A,B,C. Padahal si anak ingin menjadi X. Saya cukup sering menemukan kasus-kasus seperti itu. Dimana seorang anak di tengah kebingungannya menentukan jurusan pada saat perkuliahan, lantas membuat orang tua memaksakan keinginannya. Setelah berhasil masuk ke jurusan yang diinginkan orang tua, di tengah perjalanan baru merasakan bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minat dan kemampuannya. Maka jadilah si anak pindah dari satu universitas ke universitas lain. Lalu kapan lulusnya?? Saya yakin orang tua mana pun ingin anaknya sukses. Orang tua manapun ingin anaknya bahagia. Tak ada orang tua yang menginginkan keburukan untuk anaknya, 1000 persen tak ada.
Di tulisan kecil saya yang ga ada apa-apanya ini, saya mau bilang sama para orang tua, juga calon orang tua. Kami juga manusia yang punya segudang keinginan yang ingin direalisasikan. Kami ingin didengarkan. Kami ingin dimengerti. Biarkan kami mengembangkan bakat sesuai dengan passion kami. Karena kami tau, melakukan sesuatu yang berlawanan dengan hati nurani hasilnya akan tidak maksimal.
Posted in
kotrat kotret,
opini
|
Written on 00:18 by Novi Tata
Tau yang namanya ambigram? Aku baru tau nih, ckck, kemana aja ya selama ini. Dari hasil browsing, ambigram itu deretan huruf yang membentuk sebuah kata. Nah kata tersebut kalau dirotasi sejauh 180 derajat masih akan membentuk kata yang sama. Contohnya seperti gambar di atas yang merupakan ambigram nama saya. Novi Utami. Kalau dirotasi juga akan tetap sama.Unik ya :)
Nah gimana cara buatnya? Kalau gambar di atas itu saya dapat dari web
ini. Layanan di web tersebut sebenarnya berbayar. Tapi gambar yang di atas itu saya
crop pake paint, ^^. Termasuk mencuri gak ya? Yang penting ga ada tujuan untuk mengkomersilkan,.. membela diri bangeet.
Posted in
kotrat kotret
|
Written on 23:11 by Novi Tata

Tak terasa udah bulan Maret. Emm berarti magangnya udah memasuki bulan ke lima. Niatku untuk posting one day one post belum berhasil. Entah kenapa kalau lagi semangat nulis, bahkan bisa posting dua tulisan dalam satu hari yang sama. Tapi kalau lagi mampet (kayak hidung ajaaa mampet), berminggu-minggu ga ada tulisan yang bisa dihasilkan. Mungkin Anda berpikiran bahwa saya kurang membaca? Enggak juga, banyak artikel dan tulisan teman yang sudah saya baca, tapi tetap saja tak ada ide untuk menulis.Di postingan kali ini, saya mau cerita pengalaman saya ngajar Bela senin malam kemarin.
Bela itu awalnya murid ulfa, adek sekontrakanku. Berhubung si ulfa lagi PKL (Praktek Kerja Lapangan) ke daerah Gunung Kidul, Jogjakarta sana, sayalah yang menggantikannya untuk mengajar Bela. Dia murid kelas 3 SMA. Awalnya pas ditawari untuk ngajar anak kelas 3 SMA saya ragu, hehe sadar kemampuan. Soalnya banyak banget materi SMA yang sudah lupa (atau sengaja saya lupakan ya? :p). Ternyata Bela itu anak anak IPS, yasudahlah saya terima tawaran itu. Paling gak, ilmu matematika dasar saya masih ingat, yang paling penting ga ada kimia sama fisikanya, hahaaha. Dan setelah saya datang kerumahnya, usut punya usut ternyata yang belajar bergantian antara Bela dan adiknya, Fadil. Fadil masih kelas 4 SD. Mungkin bagi kebanyakan orang berpikir lebih mudah ngajar anak SD. Ternyata ga seperti itu lho. Ngajar anak SD itu butuh ekstra kesabaran. Saat ia sudah males-malesan dengerin penjelasan kita, saat itulah tantangannya.
Pas udah mau selesai ngajar, di luar hujan deras dengan petir yang menyambar-nyambar (lebay.com). Bela sampai minta ditemani sama neneknya, ternyata dia takut banget sama petir. Kemudian kami ngobrol-ngobrol ringan menunggu hujan reda sambil minum teh. Bela bercerita panjang lebar tentang perjalanannya ke Singapura beberapa waktu yang lalu padahal kita baru beberapa hari kenal. Dia memang ektrovert anaknya, berbeda banget sama saya yang hanya bisa jadi pendengar yang baik dengan menganggukkan kepala, bertanya pada bagian-bagian yang saya kurang mengerti dan memasang muka serius.. hehehehe. Untunglah ceritanya memang seru, sama sekali tidak membosankan. Sebenarnya masih ingin mendengarkan ceritanya tapi udah jam setengah sepuluh malam, jadi saya pamit pulang ditemani rintik-rintik hujan.. #tsaaah.
Dengan diantar mbaknya Bela sampe ke ujung pintu, hehe emang pintu ada ujungnya ya.. saya melangkahkan kaki untuk pulang ke kontrakan. Kontrakan saya agak jauh dari rumah Bela. Untuk naik angkutan umum juga harus berjalan agak jauh. Jadi saya putuskan untuk naik ojek aja. Emm, sebenernya kalau ga terpaksa saya enggan naik ojek. Saya melihat ada dua ojek di seberang jalan. Salah satunya menghampiri saya. Usia tukang ojek itu saya perkirakan sekitar 60 tahunan. Dengan suara yang setengah berteriak, dia menawarkan mantel. "Ini baru aja dicuci neng, jangan takut", masih dengan nada agak tinggi supaya suaranya terdengar oleh saya. Saya bilang, "ke SPBU Otista ya Pak". Tampaknya bapak tua itu bingung. "Engkong ga tau neng arahnya kemana, kasih tau engkong ya nanti.". Bapak tua itu mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan rendah, dia bilang khawatir terpeleset karena jalanannya licin.
Dalam gerimis seperti itu, si engkong masih bersemangat untuk mencari nafkah. Sementara saya kalau hujan sedikit aja sudah malas untuk keluar rumah. Eh tapi itu saya juga lagi cari nafkah ya, :p.. hehee. Tetep aja beda saya sama si engkong semangatnya. Badannya kan udah ga setegap dulu lagi. Pasti lebih mudah sakit-sakitan. Sesampainya di SPBU Otista, saya mengambil uang untuk membayar jasa ojek engkong. Saya mikir lagi, pasti lebih ribet mengendarai motor dalam kondisi hujan gerimis. Lebih dingin juga, pokoknya usahanya lebih besar daripada kalau nggak hujan. Akhirnya saya melebihkan sedikit ongkosnya dari ongkos yang normal. Enggak disangka, reaksi si engkong membuat saya takjub. "Aduh engkong makasih banget ya neng", ucapnya. Saya ga nyangka, dengan uang beberapa ribu saja engkong itu sudah berterimakasih yang seperti itu. Bagaimana kalau dapat yang lebih besar lagi ya. Itu cermin lagi untuk saya, selama ini ketika mendapat uang rasanya memang senang. Tetapi sering lupa berterimakasih sama yang memberi rezeki. Bahkan jeleknya, saya mikir itu kan memang hak saya. Coba pikir deh, ongkos itu kan memang haknya engkong ya? Tapi dia tetep bilang terimakasih, tulus lagi bilangnya.
Sejak hari itu, saya mendapat pelajaran bahwa bekerja bukan hanya sekadar untuk mencari materi, tapi untuk mencari pengalaman-pengalaman berharga. Ketemu sama engkong tu sesuatu yang sangat berharga menurut saya,, hihi. Bekerja juga harus sepenuh hati, bersyukur atas apapun yang diterima, sekecil apapun. Kalau untuk hal-hal yang kecil aja kita ga bisa bersyukur, bagaimana kalau diberi yang lebih banyak lagi?
Posted in
kotrat kotret,
social life
|
Written on 23:50 by Novi Tata
This is my first post in english. I realize that my english is still poor. However, I do believe that my english and my pronounciation will be increase if I practice regularly.
Lets talk about the reason why I should keep writing in my blog. Today, blog is a great tools for us to communicate what's on our mind. Everyone can have a blog easily. Blog is very effective to share our thought about this life, about somethings happen in our environment, to share our knowledge. Our knowledge will be more useful if we share it. If we keep the knowledge stay on our mind, it will be worthless and the probability that we'll forget is high. Beside it, our blog also can remember us when someday we forget about something that we have write before.
Don't worry if just a few people visit your blog. Don't be affraid if nobody leave their comment. Keep writing, cause someday when you read your blog, you'll unconsciously smile. Or maybe your child, your grand child read it. Writing also make us more love reading because to write something, we must have good knowledge. The first particle of Al Qur'an contains a command to reading for us. So, reading should not be a hobby, but a duty.
Write this article makes me wanna go to book store right now :D Please forgive me if there are many wrong sentences, many wrong spelling, etc. Cause this is my first post in english.. Wanna say thanks to Mr. Google translate who have help me much to accomplish this post. If you wanna correct this post, I'll say thank you very muuch.. :)
Posted in
kotrat kotret
|
Written on 19:30 by Novi Tata
Pagi ini saya udah jalan-jalan di dunia maya, dan menemukan gambar di atas yang insyaAllah bisa ngingetin saat saya lupa nanti. Sekalian share juga buat teman-temin. Pengingat bahwa cinta tertinggi dalam hati hanya untuk Allah, yang kedua untuk nabi Muhammad SAW, barulah yang ketiga dan seterusnya barulah mencintai makhluk-Nya.
Baiklah, rasa suka atau tertarik terhadap lawan jenis adalah suatu fitrah bagi manusia. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengelola perasaan tersebut. Laki-laki dan perempuan memang diciptakan untuk saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi dengan satu catatan, jika sudah terikat dalam satu ikatan suci pernikahan. Fenomena yang terjadi saat ini, banyak anak muda yang kehilangan arah saat harus berpisah dengan seseorang yang dicintainya. Kita biasa menyebutnya galau. Ada juga anak muda yang secara terang-terangan mengatakan "aku mencintaimu melebihi apapun di dunia ini". ckckk. Bahkan ada juga pasangan muda-mudi yang rela mengakhiri hidup bersama-sama karena cinta yang tidak kunjung mendapatkan restu orang tua. Naudzubillah.
Cinta tidak pernah salah. Orang yang dititipinya saja yang kerap keliru memperlakukan kehadiran rasa. Sesuai dengan hadist, jalan keluar bagi orang yang jatuh cinta adalah dengan menikah, namun bagi yang belum mampu menikah maka dianjurkan untuk berpuasa.
Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang cukup cintai ia dalam diam, karna diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya.
Kau ingin memuliakan dia dengan tidak mengajak menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya.
Karna diammu bukti setiamu padanya.
Karna mungkin saja dia telah Allah pilihkan untukmu.
Dan jika memang cinta dalam diammu tidak memiliki kesempatan berbicara di dunia nyata maka biarkan ia tetap diam, karna Allah lebih tahu yang terbaik untukmu dan semoga rahmat Allah tercurah untukmu.
Posted in
kotrat kotret
|